sesi baper 3 ( becandaa )

ngelanjutin sesi baper yang kemaren ya, 

tiba- tiba aja orang itu nanyainaku tentang pacaran, yah ngga masalah sih kalau sekedar tanya pendapat. Tapil lama kelamaan pertanyaannya  mengarah ke ” siapa pacar, dan kriteria cowok yang saya suka” ya jelas, nggak ada jawaban dari saya. obrolan sekalipun cuma lewat chat tetep berlanjut berhari- hari, hingga suatu hari membahas tentang keluarga.

dia : mbak kecilnya di xxx  ya

aku : iya, dari kecil di kampung

dia : wkwk. keliatan kok mbak kalau orang dr kampung sama dari kota. becandaa

aku: wah keliatan orang kampung ya

dia: wkwk.engga kok mba

aku: ngga salah

dia: wkwk. itu yang aku maksud mbak. becanda lho mbak

aku: bukan becanda juga gapapa, hemm

dia: wkwk. yang bener mbak mau aku seriusin? kalo iya tak bilang bapakku

aku: lhah kok jadi gitu

dia: lha katanya enggak becanda gapapa mbk, ya makanya aku seriusin aja.

aku: emmm, jangan becanda kaya gitu. kasian kalo yang dibecandain orangnya baperan. repot sendiri nanti njenengan ( kamu)

dia : insya allah saya tanggung jawab kok mbk, kalo mbk bener baper

dan aku cuma bisa tepok jidat malam itu. Nggak habis pikir sama orang baru yang menurutku bercandanya ngawurr. untung saja tempatku bekerja jauh sama orang itu. dan malam itu pula aku bilang kalo aku mau resign. sampe akhirnya tgl 28 malem, pasukan karyawannya pulang lewat dpn stand. seperti biasa aku pura- pura nggak tahu. tapi dia nyapa ” mbak, ayo pulang”. iya silahkan.

oke, sejak saat itu kita nggak pernah ketemu dan sekedar ngobrol lewat chat sampe hari ini. nggak tau besok, lusa, atau hari- hari berikutnya. masihkah ada cerita baper? masihkah chattingan nggak jelas?  ketemu  ditempat tak terduga? atau malah  saling diam tanpa kata ( eh kok kaya lagu ya )

 

Iklan

sesi baper (2) aku pengin kaburrr

lanjutan sesi baper 1, masih dengan orang yang sama.

sejak itu aku dan dia komunikasi lewat DM. Aku juga jadi sering  liat dia ketika anter orderan. sesekali kita pernah berpapasan, tapi aku selalu malu dan berusaha menghindar” butuh bantuan mbak”, dan seperti biasa saya jawab ” makasih”. Ada yang berbeda dari dia. ketika karyawan lain mencoba akrab dengan bully, ngasih panggilan khusus, mampir ke stand, atau menyuruhku berhenti tersenyum… dia tidak melakukan itu. Dia tetap menyapaku dengan sebutan ” mbak “. dia pula profesional saat kerja, nggak mampir – mampir ke stand atau sekadar menyapa.

hari ini aku melihatnya ke mushola. aku tidak sibuk sebenarnya,  namun aku pura- pura sibuk dengan menuliskan sesuatu di kertas. adzan memang berkumandang, tapi aku mempersilahkan rekan kerjaku untuk beribadah duluan. yah, mungkin 15 menitan, rekanku datang, kupikir makhluk itu juga telah selesai shalat. aku bergegas ke mushola di lantai 2. lagi antri wudhu dengan asyiknya tiba- tiba

dia : mbak bekti

aku: ( kok kaya ada yang manggil, noleh ahhh)… astagfirullah( kaget ).. duhh kok makhluk ini sihh.

dia: kok bisa disini mbak( hatiku ngomel ya bisa lah). tadi mau aku ajak, tapi kayaknya mbak lagi sibuk

aku : gantian sama temenku sih

dia : oh, mbak kok tempatmu banyak karyawan baru

aku : training buat cabang di Tr*nsmart

dia: oh, tapi mbak tetep disini kan

aku : bisa jadi pindah ( wudhu dulu) dan sholat

setelah sholat aku memastikan dia berlalu terlebih dahulu,  aku nggak mau balik bareng dia, apalagi satu lift. baru beberapa menit setelah dia pergi aku beranjak ke lantai atas. aku pikir kelamaan pake lift, jadi aku naik tangga darurat aja. sesuatu terjadi saat masuk pintu mall

(pintu mall kebuka, dan nakhluk itu keluar dari lift)

Dia: lho mbak kok naik tangga

aku : heeee, gapapa ( batinku : apessss amattt)

abiss itu kita jalan berdua ke mall. aku usahain jalannya cepet, tapi dia tenang tenang aja malah tanya

dia: mbak kosnya mana

aku : kepo, ( ngeliat dia cuma senyum) deket kampusn jawabku

dia : kampus mana mbak, koksku juga deket kampus. aku kan kos di XXX

( ah , itu kan searah sama kosku). akhirnya kita pisahh, dan berharap ngga ketemu kalo lagi pulang

sesi baper ( 1 )

flash back ke masa dimana masih jadi karyawan part time,

masih dengan orang yang sama, karyawan asing yang baru ketemu seminggu lamanya. malem- malem menjelang closing stand ada permintaan follow ig, tak lihat dulu akunnya, baru aku acc. eh setelah itu ada DM masuk

dia :"assalamualikum mbak"
Aku : walaikumsalam
dia : mbak tau aku siapa, hehe
aku :tau lah
... habis itu masih melanjutkan pertanyaan kemarin seputar kos kosanku,
    lanjut kepo sama jurusan kuliah dan semester ku, dann..
dia : yaudah mbak kalo gitu, aku paham
      mbak fokus kuliah dulu aja, udah semester 6,dan bla bla bla
aku : paham apa?
dia : mbk pasti tau apa maksudku, wassalamualaikum
   ( aku belum paham lho maksudnya )
dia : mbak pasti tau kan batasan di agama kita tentang pertemanan kita 
      tentang Akhwat sama Ikhwan ?
aku : iya
dia : salam buat keluarga mbak ya, tetep istiqomah mbak

nah lho, pulang kerja pengen istirahat malah dapet DM kaya begituan. dari orang yang baru ketemu 2 hari. kemudian aku cerita sama temen- temen di kos, masya allah pada hebohhh.

Kabar Rindu

2 minggu pasca resign, aku masih berkomunikasi dengan orang-orang disana. Say hello lewat whatsapp, janjian dan tak lupa beli makan. Ada dm yang lebih menggelitik daripada ajakan makan. DM nya juga berasal dari karyawan di tempat itu begini isinya

“kadang kalau lewat cari kamu terus, baru sadar nek udah nggak kerja di situ “

sedikit ketawa waktu baca dm dari mas itu. Ya karena selama kerja satu atap biasanya dia suka bully aku bakpao, ndut, atau lewat depan stand sambil nggelembungin pipi. Jarang ngobrol, kalo ketemu pun cuma lempar senyum. mulai bicara pas makhluk itu tau aku mau resign. hehe, kebayang aja sekarang stand di tempat aku kerja karyawannya baru semua.

DM yang kedua, juga berasal dari karyawan sana. laki- laki juga, cuma kenalnya belum lama, mungkin seminggu sebelum aku resign. Sekalipun baru kenal dalam hitungan hari, tapi dia pd banget ngajak aku ngobrol, tanya ini itu, bahkan kepo tentang sekelumit hidupku. sebut saja namanya Ardi ( Nama disamarkan )

” mbak  tadi aku ketemu mbak XX( partner kerja), tapi rasanya beda. Dulu klau ketemu dia ada mbak. Tapi sekarang mbak nggak ada”.

Rasanya itu, bikin kangenn sama suasana kerja dengan rentetan kesibukan, cerita, jadi bahan bully yang ngga ada habisnya. kira- kira masih ada makhluk yang nyari keberadaan saya nggak ya? customer langganan atau bapak gojek yang dapet pesanan ke stand yang juga hobi ngebully. ???

 

RESIGN

yakk, butuh waktu yang tidak singkat untuk mendapatkan kalimat itu. Meskipun  beberapa waktu sebelumnya telah melontarkan itu pada kawan kerja yang akhirnya aku luluh dan memilih bertahan.

namun di akhir bulan ketiga ini aku uah punya niat bulett bulett mau resign. Udah nggak peduli gimana baik seru dan gokilnya temen- temen tetangga tenant. Udah bodo amat sama karakter customer kesayangan, udah nggak nggagas para security, ataupun karyawanyang hobi ngebully dan mampir ke stand.

alesan resign simpel” pengen break kerja karena tugas kuliah yang mulai ngga bisa handle

kalau alesan yang sebenarnya sih karena sejujurnya aku nggak nyaman ketika wudhu dan harus bercampur sama laki-laki. juga aku nggak nyaman kerja individu. nggak kuat kalo 6 jam aku kerja sendirian, nglayani customer sendiri dan closing sendiri. pokonya gitu dehh.

antara tega ngga tega, ya harus tega. apalagi kalo keinget kejadian- kejadian manis juga konyol yang ngga ada duanya.  juga nama spesial yang mereka berikan ” Pao” karena pipiku bulat seperti bakpao tapi badan kurus.

tepat tanggal 28 Maret 2018  di meja dan kursi yang sama tempat aku interview 3 bulan yang lalu, menerima gaji, dan di meja itu pula  aku resmi undur diri. tanpa memperdulikan senyuman diujung sana. TAPI aku akan tetap mengenang betapa baik dan lucunya orang- orang di sekitar itu..

kapan- kapan aku akan kembali ketempat itu, untuk berpamitan kepada owner terbaikku dan karyawan baru. juga selembar maaf dan terimakasih untuk seluruh penghuni foodcourt itu.

tentang security yang hobi njahilin aku, karyawan berkacamata, dan seseorang yang memanggilku MUNGKIN  bisa diceritakan dalam lembar lembar kisah berikutnya.

Seseorang memanggilku

Hari ini tempatku bekerja menerima karyawan baru. Aku yang sudah bekerja 3 bulan membantu mereka( karyawan baru) menjabarkan jobdesknya. Layakny seorang trainer, aku jelaskan satu persatu, dan kutunjukkan beberapa tempat penting yang harus dia tau. Aku mengajaknya ke tempat cuci. Setelahnya kami keluar, nah saat aku melangkah pintu seseorang memanggilku” mba bekti”. Merasa namaku dipanggil aku menoleh. Ternyata seseorang yang memanggilku adalah laki-laki. Karyawan di tempat iti juga, tapi aku asing dengannya( kok tau namaku, bicaraju dalam hati) Ohh tapi rasanya dia beberapa kali melihat ke arahku, juga pernah menyapa” mbak’e“. Ya aku hanya tersenyum menanggapi itu kemudian berlalu.

Keesokan waktu, karyawan tenant sebelahku berbicara kepadaku “heyy pooh“( panggilan khusus) kamu udah punya pacar belum? Kalo belum ini ada yang nanyain kamu, tiap hari dia ke tempatku minta nomor” yaa aku pikirr semua itu hanyalah lelucon, dan aku jawab” udah punya calon mba, sambil menunjukkan cincin dijari kananku( nyengirrr 😁😁😁😀😀).

Aku tetap saja menganggap semua itu gurauan, karena aku memang bukan perempuan yang mudah baper terbawa keadaan. Hari berikutnya aku dkt mbak” yang ngajak ngobrol. Tiba” dia manggil seorang karyawan( sebut saja NN) ” heyy NN iki lho, sembari menunjuk kearahku, sedikit kaget, lho itu kab karyawN yg mangiil aku di tempat cuci. Ohh ternyata dari situ dia tau namaku. Aku jadii maluu😊😊. Orangnya menyapa lagi, tapi aku ngumpet( dihh kaya anak kecill).

Dan malam hari selesai closing, aku mau nyuci. Eh ada orang menawarkan bantuan

NN : ” mbak bekti perlu bantuan?”.

Bekti: ” makasih, udh ada temenku yang bantuin”

Ibu CS: ngewaki( baca: bantuin) salto po koprol ngono. Modus kok garing. Ora gurihh( aku nahan tawa di hati 😂😂)

NN : mba rumahmu mana to?

Bekti: belm punya rumah( ngga berani liat mukaknya, ampun deh kalo dibilang sombong😖)

NN: rumah orang tuamu?

Bekti: jauh sih, di Jakarta

NN: disini kos?

Bekti: ya( makin takutt sama abangnya)

NN: kosnya?

Bekti: kepooo( kemudian dia berlalu)

Tak cukup sampai disitu. Saat kembali ke stand mau rekap penjualan sesorang lelaki berkacamata duduk di deretan kursi depan standku( duhhh ini orang maunya apa)

Angin Februari

Haii, bolehkah aku menuliskan dirimu dalam rentetan syair tak bernada?? Tetiba saja aku merindukanmu. Sudah beberapa waktu kita tak saling sapa, yang terakhir adalah dipenghujung 2017. Rasanya sudah lama sekali.

Heii kamu…

Masihkah mengingatku? Mengingat pertemuan kita di sudut november 2016 lalu. Ya pertemuan tanpa sebuah perencanaan, pertemuan tak terduga, yang berlanjut dengan sapa, lalu bertemu untuk kedua kalinya. Di sebuah taman di kotaku. Kala itu tak sengaja mata kita bertemu, dan aku begitu takut kepadamu

Heii kamu,,

Dulu kamu selalu riuh ingin bertemu, sekedar bercanda katamu. Namun aku selalu tak punya waktu, bukan hanya itu, dalam bilik hati aku ragu untuk bertemu berdua denganmu, walau sejujurnya aku juga sangat ingin menemuimu.

Jujur saja, aku selalu mencari tahu tentangmu. Dalam pencarian itu aku sering terjebak dalam rasaku. Rasa dimana aku mulai mengagumimu, mengagumi bagaimana lekat cintamu padaNya. Aku pun dibuat terkesima dengan tebaran aksara yang sengaja kau tuliskan. Lagi- lagi sisi lain di hatiku menepis kekaguman yang semakin menjadi itu. Entahlah aku kacau mengeja keadaan itu.

Ah sudahlah, bukankah itu sudah berlalu?? Lagipula belum tentu juga kau mengingatku, apalagi merasakan rinduku.